Agustus 12, 2026

Spektakuler! 4.500 Pelajar dan Ibu-Ibu Padarincang Kompak Tari Kolosal di Festival Gabrugan

2 min read

SERANG – Sebanyak 4.500 warga yang terdiri dari pelajar hingga ibu-ibu memeriahkan Tari Kolosal dalam pembukaan Festival Gabrugan Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, di Lapangan Rancanini, Jalan Palima-Cinangka, Selasa (11/8/2026).

Ribuan peserta tampil kompak dalam Tari Kolosal yang menjadi salah satu rangkaian pembukaan festival. Kegiatan tersebut turut dihadiri lebih dari 5.000 masyarakat Kecamatan Padarincang.

Festival Gabrugan secara resmi dibuka Wakil Gubernur Banten Raden Ahmad Dimyati Natakusumah. Dalam kesempatan tersebut, Dimyati mendorong agar Festival Gabrugan dapat diusulkan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

Menurutnya, masuknya Festival Gabrugan ke dalam kalender KEN akan menjadi peluang bagi Padarincang untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

“Saya berharap festival ini masuk KEN, Karisma Event Nusantara. Kalau sudah masuk KEN, berarti tercatat di nasional dan internasional,” ujar Dimyati kepada wartawan.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Ia memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti dorongan tersebut.

“Tentu karena itu didukung oleh Pak Wagub, nanti Insya Allah akan kami tindak lanjuti,” kata Ratu Zakiyah.

Ratu Zakiyah juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelaku seni dan masyarakat yang telah menginisiasi Festival Gabrugan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menggali sekaligus memperkenalkan potensi seni dan budaya yang dimiliki Kecamatan Padarincang.

Ia berharap Festival Gabrugan dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang dan menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Serang untuk menggelar kegiatan serupa sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Saya yakin setiap wilayah, setiap kecamatan punya potensi yang berbeda-beda,” ujarnya.

Selain menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, Ratu Zakiyah menilai festival seperti Festival Gabrugan juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

“Karena itu kegiatan seperti ini tentu kami support, kami dukung, karena ini merupakan kegiatan yang positif dan tentu untuk pertumbuhan ekonomi ada peningkatan, terutama bagi UMKM lokal,” katanya.

Ratu Zakiyah juga mengajak masyarakat Padarincang menjadikan momentum Festival Gabrugan sebagai sarana memperkuat persatuan dan kesatuan, terlebih Indonesia tengah memperingati Hari Kemerdekaan ke-81.

Ia berharap semangat kebersamaan dan keguyuban masyarakat Padarincang terus terjaga sehingga dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis dan bahagia.

“Saya yakin Kecamatan Padarincang juga menjadi salah satu kecamatan yang bisa memperkuat silaturahmi, memperkuat persatuan dan kesatuan, guyub masyarakatnya. Sehingga, Insya Allah ke depan akan terus menjaga masyarakat yang bahagia,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Gabrugan Kecamatan Padarincang Eko Budianto mengatakan, Tari Kolosal melibatkan sekitar 4.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat, terutama pelajar dan ibu-ibu.

Festival Gabrugan sendiri berlangsung mulai 8 hingga 17 Agustus 2026. Beragam kegiatan digelar, mulai dari tari kreasi, gerak jalan, kegiatan keagamaan hingga berbagai aktivitas yang mendorong kreativitas, minat dan bakat para pelajar.

“Untuk kegiatan Festival Gabrugan ini mulai tari kreasi, gerak jalan, keagamaan, kemudian hal-hal yang sifatnya membangun kreativitas siswa, minat bakat siswa. Kita laksanakan dari mulai tanggal 8 sampai tanggal 17 Agustus 2026,” jelas Eko.

Pembukaan Festival Gabrugan turut dihadiri Tokoh Masyarakat Banten Embay Mulya Syarif, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Serang dan Kota Serang, kepala OPD, camat di lingkungan Pemkab Serang, pejabat BUMD serta ribuan masyarakat Kecamatan Padarincang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *